Unsur Nirmana

Unsur unsur nirmana merupakan hal yang paling dasar yang harus dipahami dan juga dipelajari. Pada dasarnya pengertian nirmana adalah sebuah penyusunan elemen-elemen visual seni rupa yang diantaranya, titik, garis, warna, bidang, ruang, dan tekstur.

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas lengkap mengenai pengertian nirmana. Nirmana sendiri memiliki banyak fungsi dan juga kegunaan dalam bidang seni rupa. Yang dimana hampir semua seniman pada terpacu pada konsep nirmana ini.

Pada artikel kali ini saya akan membahas lengkap dengan penjelasannya mengenai unsur unsur nirmana. Yang dimana nantinya agar menambah wawasan serta ilmu seputar seni rupa.

Unsur Unsur Nirmana Dwimatra

Pada dasarnya unsur dasar nirmana dibagi menjadi 4 grup. Tapi sebelum membahas lebih lanjut, apa sih unsur nirmana itu?

Unsur-unsur nirmana adalah sebuah bagian paling kecil dari suatu objek atau komposisi dalam pembuatan sebuah karya seni.

Menurut Wucius Wong (1972 : 7) unsur-unsur dasar nirmana dibagi menjadi 4 bagian, yakni:

  1. Unsur Konseptual
  2. Unsur Visual
  3. Unsur Relasioanl (Relational element)
  4. Unsur Praktis (Pratical Element, praktik, bukan “ringkas” atau “mudah”)

Dari ke 4 bagian tersebut, masih ada poin poin turunannya, berikut ini pembahasan lebih lengkapnya:

A. Unsur Konseptual Nirmana

Unsru konseptual ini tidak benar-benar ada, tetapi tetap hadir secara maya yang dimana berfungsi untuk membentuk unsur visual ataupun unsur yang tampak.

Oleh sebab itu unsur konseptual ini bisa dibilang unsur yang tidak terlihat secara kasat mata.

Berikut ini unsur-unsur konseptual nirmana dwimatra:

1. Titik

Titik merupakan salah satu unsur seni rupa dua dimensi yang paling mendasar. Yang dimana semua bidang, maupun gambar, atau garis berawal dari sebuah titik yang menjadi satu kesatuan. Oleh sebab itu titik adalah unsur paling mendasar dari pada yang lainnya.

2. Garis

Garis adalah sebuah unsur seni rupa yang kedua yang dimana garis barawal dari sebuah titik yang digabungkan menjadi satu kesatuan yang akhirnya menjadi sebuah garis.

Garis memiliki banyak macam bentuk dan juga jenis. Ada garis panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, melengkung, brombak, vertikal, horizontal, diagonal, dan lain sebagainya.  

Dari beberapa jenis dan juga bentuk garis tersebut memiliki arti dan makna tersendiri. Serta tujuan untuk apa garis tersebut di gunakan dalam pembuatan seni rupa.

3. Bidang

Unsur selanjutnya yakni bidang. Bidang adalah sebuah bentuk yang terbentuk oleh beberapa garis yang menjadi satu. Bidang sendiri pun tidak memiliki sebuah ruang atau dapat dikatakan berbentuk dua dimensi atau bisa disebuat tidak memiliki sebuah volume.

4. Volume

Unsur yang kelima adalah volume. Volume merupakan suatu bidang yang memiliki ruang. Disinilah letak perbedaan antara bidang dan volume. Jika bidang tidak memiliki ruang sedangkan volume memiliki ruang atau bisa disebut 3 dimensi lengkap yaitu X,Y,Z.    Dalam Nirmana Dwimatra disebutkan bahwa volume bukan merupakan suatu objek 3 dimensi yang sebenarnya, namun hanya bersifat ilusi yang mengelabui mata.

B. Unsur Visual Nirmana

Unsur Visual adalah unsur yang dimana ketika unsur konseptual yang sebelumnya tidak kasat mata menjadi tampak dan berbentuk yang nyata.

Ketika kita membuat sebuah objek gambar nyata pada kerta, maka secara tidak langsung kita menggunakan garis yang sebetulnya masih konseptual.

Garis yang kita gambar pada kertas sudah tidak termasuk dalam ranas konsep lagi, melainkan sudah menjadi visualisasinya.

Tetapi, warna dan tekstur bergantung pada alat gambar dan juga bahan yang kita gunakan untuk membuatnya.

Maka, bisa disimpulkan jika unsur konseptual telah menjadi tampak, unsur tersebut memiliki bentuk, ukuran, warna, tekstur atau bahasa bakunya barik.

Dalam sebuah karya seni atau desain digital, unsur visual sangatlah memiliki peran yang sangat penting, karena unsur visuallah yang sebetulnya tampak.

Oleh karena itu, berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai unsur-unsur visual nirmana dwimatra:

1. Bentuk

Bentuk adalah sesuatu yang dimana dapat kita lihat dan diterima oleh persepsi kita yang menyerupai sesuatu. Biasanya bentuk hanya berupa bidang geometris. Contohnya seperti bujur sangkat, lingkaran, garis menyilang, dan lain sebagainya.

Bentuk dibagi menjadi dua jenis. Yakni bentuk dua dimensi dan bentuk tiga dimensi. Perbedaannya terdapat pada volumen, jika dua dimensi tidak memiliki volume atau bisa disebut subu Z sedangkan bentuk 3 dimensi memiliki volume.

2. Ukuran

Semua bentuk dan juga unsur pasti memliki sebuah ukuran. Ukuran ini ralitas terhadap ruang yang dimana ditempati dan juga konteks disekitarnya.

Bentuk dapat dikatakan besar apabila memakan banyak ruang terhadap sebuah media gambarnya.

Bentuk juga dapat terlihat menjadi besar apabila dideretkan dengan bentuk lain yang lebih kecil.

3. Warna

Warna adalah hasil dari pantulan cahaya terhadap suatu benda yang memiliki sebuah pigmen tertentu. Warna juga merupakan sebuah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh sebab itu warna tidak akan ada jika tidak terdapat sebuah cahaya.

Setiap warna muncul karena reaksi terhadap cahya putih yang dimana mengenai suatu permukaan dan permukaan tersebut memantulkan sebagian dari spektrum. Proses terjadinya warna tersebut karena disebabkan oleh vibrikasi cahaya putih. 

C. Unsur Relasional Nirmana

Unsur selanjutnya yakni unsur relasional yang dimana berfungsi untuk mengatur sebuah penempatan dan juga keterhubungan antar bentuk dan komposisi.

Beberapa dapat kita lihat dan tampak nyata seperti unsur arah dan juga posisi. Namun, unsur yang lain ada hanya untuk dirasakan, contohnya seperti unsur ruang dan gravitasi.

Penjelasan unsur-unsur relasional nirmana dwimatra sebagai berikut:

1. Arah

Dalam unsur ini, arah menjadi sesuatu yang dimana berguna untuk mengarahkan suatu bentuk atau wujud agar terarah.

Arah sangatlah relatif terhadap bentuknya sendiri. Misalkan persepsi pengamat, media karya, dan juga konteks disekitar unsurnya.

Oleh karena itu, arah benar benar sangat bergantung terhadap bentuk yang ada dan akan dikemanakan bentuk tersebut.

2. Posisi

Posisi merupakan unsur yang hampir sama seperti arah, yang dimana juga bergantung terhadap ruang di media karya (frame karya).

Selain itu, posisi juga bergantung pada struktur desain dan posisi dapat saling berderet ataupun saling tumpang tindih.

3. Ruang

Bentuk sekecil apapun pasti membutuhkan sebuah ruang pada suatu komposisi.

Pada dasarnya ruang adalah sisa dari apa yang sudah ditempati oleh unsur lain, contohnya seperti bentuk yang sudah menempati suatu media sehingga sisalah sebuah ruang.

Bentuk ruang bermacam-macam, ada yang dasar dan ada juga yang berbentuk ilusi kedalaman tiga dimensi dalam Nirmana Dwimatra.

4. Gravitasi

Gravitasi adalah salah satu unsur yang tidak dapat tampak pada Nirmana Dwimatra. Sifat dari unsur ini lebih mengarah ke psikologi.

Objek yang diletakkan di bagian atas frame lebih terasa ringan dan nampak seperti melayang atau melawan gravitasi.

Sedang objek yang diletakkan di bawah lebih terasa berat dan seakan-akan tertarik oleh gravitasi.

D. Unsur Praktis Nirmana

Unsur atau elemen praktis mendasari sebuah konten dan juga perluasan fungsi desain yang dihasilkan ketika suatu desain telah dibuat.

1. Representasi (Representation)

Representas adalah bentuk atau wujud yang digunakan untuk menirukan sesuatu yang terdapat di alam. Misalnya Gambar pohon, batu, foto bintang, ilustrasi pasar dan lain sebagainya.

2. Makna/Arti (Meaning)

Desain akan memiliki sebuah makan apabila desain tersebut ditujukan untuk menyampaikan sebuah pesan.

Oleh karena itu desain yang memiliki sebuah makna terkadang sangat perlu dipehatikan baik-baik agar pesan yang terdapat di desain bisa tersampaikan.

Pesan yang ada pada desain ada dua jenis, ada yang secara tersurat atau tampak jelas di mata, ada juga yang tersirat.

3. Fungsi (Function)

Desain memiliki fungsi apabila desain tersebut ditujukan untuk sesuatu tujuan fungsional tertentu.

Misalkan desain banner yang bertujuan untuk memberikan suatu informasi.

Itulan unsur-unsur nirmana dwimatra yang dimana dibagi menjadi 4 grup dan setiap grup nya terdapat sub grup masing masing.

Semoga penjelasan di atas mudah dipahami dan semoga artikel ini bermanfaat.

Jangan lupa baca artikel lainnya yang tentunya juga bermanfaat seperti artikel ini.

Terima kasih.

Hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan

Tinggalkan komentar